jump to navigation

Belajar dari Bencana [2] 19 Desember, 2007

Posted by bagaskara in Pengalamanku.
trackback

Keluargaku tinggal di Wirosaban, sebuah kampung di Jogja bagian selatan. Saat itu, Kami pun mengalami suasana yang sangat menegangkan.Sebetulnya, keadaan disini tidak begitu parah.  Di perumahan yang Kami tempati, hanya sedikit kerusakan yang terjadi. Kebetulan, dari 2 rumah yang rusak, salah satunya adalah rumahku. Sebagian tembok penyangga atap rumah roboh menimpa semua yang ada dibawahnya. Perabotan rumah pun porak poranda. Kebetulan juga, diantara warga perumahan, hanya Ibu dan Adikku yang mengalami cidera. Saat gempa terjadi, Aku sudah dibawa Bapak keluar rumah. Ibu masih didalam berusaha menyelamatkan adik. Saat itulah mereka berdua tertimpa tembok yang roboh. Dari kepala ibu dan adikku mengalir darah. Tangan kiri ibu tidak bisa digerakkan. Dokter Edi tetangga Kami bilang, sendi di pangkal lengan ibu bergeser dari tempatnya. Kami harus membawanya ke rumah sakit. Belakangan, aku baru sadar ternyata apa yang Kami alami belum seberapa. Saat itu, Bapak mengajakku ke Rumah Sakit Wirosaban yang jaraknya hanya 100 meter dari rumah. Tapi sesampai di Rumah Sakit, Bapak segera membatalkan niat membawa Ibu dan Adik kesana.  Lihatlah sendiri apa yang terjadi disini. Ternyata Rumah Sakit sudah dipenuhi begitu banyak korban.  Sebagian besar kondisinya sangat parah. Jauh lebih parah dari yang bisa dibayangkan. Begitu banyak korban sehingga Rumah Sakit tidak mampu menampungnya. Apalagi korban-korban yang lain terus berdatangan. Ternyata apa yang Kami alami belum seberapa. Masih banyak yang lebih parah dari yang Kami alami. Meski Ibu dan Adik cidera, dalam hati Aku merasa bersyukur keluargaku bisa selamat dari musibah ini.

Komentar»

1. om lix - 12 Januari, 2008

wah mas bagas hebat yaaa kecil2 udah punya web blog sendiri selamat deh but jangan lupa ama belajarnya yaa….. salam buat bapak ma ibu juga dik panji hueeueuue ya udah gitu dulu yaaaa